Rakor Stabilitas Harga Menjelang Idul Fitri di Sintang

Tim Satgas Pangan Kabupaten Sintang menggelar rapat koordinasi guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Idul Fitri 2025. (Foto:ist)
Sintang, (BS) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Sintang menggelar rapat koordinasi guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Idul Fitri 2025. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang ini dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Harisinto Linoh, dan dihadiri oleh seluruh anggota Satgas Pangan.

Dalam pertemuan tersebut, Harisinto Linoh menekankan pentingnya pengendalian serta pemantauan terhadap ketersediaan, keamanan, dan kelancaran distribusi pangan di Kabupaten Sintang. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga, termasuk menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak enam kali dan Operasi Pasar sebanyak empat kali selama Maret 2025.

"Langkah selanjutnya, kami akan melakukan kunjungan langsung ke beberapa lokasi strategis untuk memastikan harga dan stok pangan tetap terkendali," ujar Harisinto Linoh. Ia menambahkan bahwa kunjungan tersebut akan dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sintang. Tim Satgas Pangan akan dibagi menjadi dua kelompok untuk memeriksa harga, stok, serta tanggal kedaluwarsa barang yang dijual di pasar-pasar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Helmi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan timnya, terdapat tujuh komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan dan memerlukan intervensi segera.

“Kami mengkategorikan kenaikan harga dalam tiga status, yakni Aman, Waspada, dan Segera Intervensi. Adapun tujuh komoditas yang masuk kategori Segera Intervensi adalah beras premium naik 10,24 persen, beras medium naik 9,54 persen, bawang putih naik 25,85 persen, cabai merah keriting naik 102,69 persen, cabai rawit merah naik 124,05 persen, telur ayam ras naik 19,44 persen, dan minyak goreng naik 21,82 persen,” jelas Helmi.

Selain itu, terdapat satu komoditas yang berstatus Waspada, yaitu daging ayam ras, sementara tiga komoditas lainnya masih dalam kategori Aman, yakni bawang merah, daging sapi segar, dan gula konsumsi.

“Tim kami rutin mengumpulkan data harga sembako setiap minggu di beberapa titik, dan data tersebut telah kami entri ke dalam aplikasi yang dikelola pemerintah pusat,” tambah Helmi.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Sintang berharap dapat menjaga kestabilan harga serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan. (*)

Tinggalkan Komentar

Back Next